- Tempat Penampungan Sementara (TPS)
Kelurahan Kayumalue Pajeko hingga saat ini belum memiliki Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang berfungsi sebagai lokasi pengumpulan sampah sebelum diangkut ke tempat pembuangan akhir. Ketiadaan TPS ini menyebabkan pengelolaan sampah masih mengandalkan pola pengumpulan langsung oleh petugas kebersihan atau pembuangan mandiri oleh masyarakat. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi kelurahan dalam menjaga kebersihan lingkungan, sehingga upaya edukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah rumah tangga dan pengurangan sampah menjadi langkah penting yang terus dioptimalkan.
2. Mata Air di Kelurahan
Kelurahan Kayumalue Pajeko tidak memiliki sumber mata air alami di wilayah administrasinya. Hingga saat ini, tidak terdapat titik mata air maupun kawasan resapan yang dimanfaatkan sebagai sumber air kelurahan. Kebutuhan air masyarakat dipenuhi melalui layanan distribusi air bersih, sumur bor, dan fasilitas penyediaan air yang tersedia di masing-masing rumah tangga atau lingkungan pemukiman.
3. Satwa dan Tumbuhan Liar yang Dilindungi
Kelurahan Kayumalue Pajeko tidak memiliki satwa maupun tumbuhan liar yang termasuk kategori dilindungi berdasarkan data lingkungan setempat. Meskipun demikian, kelurahan ini tetap memiliki unsur alam yang penting untuk diperhatikan, seperti kawasan pesisir yang masih natural, area terumbu karang di beberapa titik, serta ruang terbuka yang berperan dalam menjaga kualitas lingkungan dan keseimbangan ekosistem lokal.
4. Sungai
Di Kelurahan Kayumalue Pajeko tidak terdapat sungai permanen yang tercatat sebagai sumber daya air kelurahan. Aliran sungai di wilayah ini hanya muncul pada saat turun hujan dan tidak mengalir sepanjang tahun. Dengan kondisi tersebut, kebutuhan air masyarakat terutama dipenuhi melalui jaringan distribusi air bersih dan sarana penyediaan air yang tersedia di lingkungan pemukiman.
