Pertanian,Perternakan dan Nelayan

Di Kelurahan Kayumalue Pajeko terdapat beberapa kelompok tani dan KWT yang menjalankan usaha pertanian dan peternakan dengan fokus yang beragam, seperti hortikultura, pangan, peternakan, dan nelayan tangkap.
Sebagian besar KWT memanfaatkan pekarangan untuk budidaya sayur-sayuran, cabai, dan anggur. Beberapa kelompok lain mengembangkan usaha jagung, ternak ayam dan kambing, serta nelayan tangkap, menunjukkan adanya keberagaman potensi usaha dalam satu wilayah.
Keberagaman ini menjadi kekuatan dalam mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal.

  1. Pertanian

Jumlah tanaman buah-buahan di Kelurahan Kayumalue Pajeko menunjukkan variasi yang cukup jelas antar jenis tanaman. Mangga menjadi komoditas terbanyak dengan jumlah 217 pohon, disusul pisang sebanyak 123 pohon. Hal ini menandakan bahwa kedua tanaman tersebut menjadi pilihan utama masyarakat dalam kegiatan usaha tani.
Anggur dan pepaya berada pada tingkat menengah dengan jumlah masing-masing 100 pohon dan 94 pohon. Jumlah ini menunjukkan bahwa kedua jenis buah tersebut memiliki potensi untuk terus dikembangkan. Sementara itu, srikaya dan nangka memiliki jumlah yang lebih sedikit dibandingkan komoditas lainnya.
Perbedaan jumlah tanaman ini mencerminkan kecenderungan petani dalam memilih tanaman yang mudah dibudidayakan dan memiliki nilai jual yang baik. Keberagaman tanaman buah menjadi peluang untuk meningkatkan pendapatan serta mendorong pengembangan sektor pertanian di kelurahan tersebut.

Sarana pertanian yang tersedia di Kelurahan Kayumalue Pajeko masih didominasi oleh peralatan pertanian tradisional. Alat yang paling banyak digunakan adalah subek dan garu masing-masing sebanyak 30 buah dan 20 buah, serta cangkul sebanyak 20 buah.
Sementara itu, sarana berbasis teknologi masih sangat terbatas. Hand sprayer dan bak penampung air masing-masing hanya tersedia 3 buah, serta sprinkel sebanyak 2 buah. Tidak terdapat hand traktor dan bajak, sehingga proses pengolahan lahan masih banyak dilakukan secara manual.
Kondisi ini menunjukkan perlunya dukungan pengadaan alat pertanian modern untuk meningkatkan efisiensi kerja petani dan hasil produksi pertanian di wilayah tersebut.

2. Perternakan

Usaha ternak masyarakat di Kelurahan Kayumalue Pajeko terdiri dari beberapa jenis ternak, yaitu sapi, kambing, ayam buras, ayam ras, ayam super, serta itik/bebek. Dari data yang ada, ternak unggas merupakan jenis yang paling banyak dibudidayakan oleh masyarakat.
Ayam buras memiliki jumlah paling besar, yaitu 5.000 ekor, disusul ayam ras sebanyak 1.000 ekor dan ayam super sebanyak 700 ekor. Sementara itu, ternak mamalia seperti sapi dan kambing masing-masing berjumlah 52 ekor, sedangkan itik/bebek sebanyak 50 ekor.
Data ini menunjukkan bahwa sektor peternakan di Kelurahan Kayumalue Pajeko lebih didominasi oleh usaha ternak unggas dibandingkan ternak besar. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat cenderung memilih jenis ternak yang mudah dipelihara, cepat menghasilkan, dan memiliki nilai ekonomi yang lebih cepat dirasakan.

Data sarana usaha peternakan di Kelurahan Kayumalue Pajeko menunjukkan bahwa fasilitas penunjang kegiatan peternakan masih terbatas. Terdapat 22 buah kandang yang digunakan sebagai sarana utama pemeliharaan hewan ternak.Sementara itu, beberapa fasilitas pendukung seperti alat tetas, alat inseminasi buatan, alat pendingin, dan alat suntik masih belum tersedia (0 buah). Kondisi ini menggambarkan bahwa aktivitas peternakan di wilayah tersebut masih dilakukan secara sederhana dan membutuhkan peningkatan sarana untuk meningkatkan produktivitas serta efisiensi usaha peternakan.

3. Nelayan

Sarana usaha nelayan di Kelurahan Kayumalue Pajeko menunjukkan ketersediaan berbagai alat tangkap dan fasilitas penunjang aktivitas melaut. Terdapat 30 buah perahu dan 6 buah perahu motor tempel yang digunakan sebagai alat transportasi utama nelayan. Untuk kegiatan penangkapan ikan, tersedia 60 buah pukat, 90 buah pancing, serta 40 buah jaring.Adapun fasilitas pendukung lain seperti tempat penjemuran rumput laut dan bagang tercatat belum tersedia (0 buah). Selain itu, nelayan juga memiliki 10 buah kerambah serta 2 buah bak yang digunakan untuk kegiatan budidaya maupun penampungan hasil tangkapan.Ketersediaan sarana ini menunjukkan bahwa aktivitas nelayan di wilayah tersebut cukup beragam, namun masih memerlukan pengembangan fasilitas penunjang tertentu agar produktivitas dapat meningkat.